Pertanyaan Umum

Apa itu Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI)?

Salah satu inovasi pada sektor jasa keuangan dengan pemanfaatan teknologi yang memungkinkan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman melakukan transaksi pinjam meminjam tanpa harus bertemu langsung. Mekanisme transaksi pinjam meminjam dilakukan melalui sistem yang telah disediakan oleh Penyelenggara Teknologi Finansial Pinjam Meminjam Uang, baik melalui aplikasi maupun laman situs web.

Sebagai apa ArgaPro dalam LPMUBTI?

Sebuah wadah yang mempertemukan calon peminjam dengan pemberi dana (pendana) secara langsung dan menjadi perantara yang mengurus perjanjian pendanaan dan pendanaan kedua belah pihak serta mengawasi pengembaliannya.

Apakah ArgaPro akan menyimpan data yang diberikan pengguna ?

ArgaPro sebagai penyelenggara LPMUBTI diwajibkan oleh regulator resmi atau OJK untuk menyimpan data pengguna dengan aman dan dilarang menyebar luaskan data tanpa seizin pengguna.

Apakah pengguna yang menggunakan layanan ArgaPro memiliki beberapa Akun?

Pengguna layanan ArgaPro baik sebagai pemberi pinjaman atau Penerima pinjaman akan diberikan 1 akun dan dilindungi oleh kode unik yang dibuat oleh Pengguna ArgaPro.

Bagaimana ArgaPro menyeleksi calon pengguna ArgaPro?

Untuk meminimalisir risiko, ArgaPro bekerja sama dengan pihak ke-3 dalam melakukan proses KYC. Setelah itu ArgaPro juga melakukan proses survei langsung tatap muka dengan calon pengguna khususnya calon peminjam untuk bisa dinilai skor kreditnya.

Apa itu skor kredit?

Angka pada setiap skor kredit mewakili kemampuan atau kapasitas mengembalikan angsuran dari setiap penerima pinjaman. Contohnya pada skor kredit risiko rendah, calon peminjam memiliki probabilitas 70 - 100% untuk mengembalikan pinjaman tepat waktu.

Apakah ArgaPro merupakan Penyelenggara LPMUBTI Legal?

Sebagai penyelenggara LPMUBTI, ArgaPro sedang dalam proses untuk resmi terdaftar dan akan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai Peraturan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Apakah pengguna layanan ArgaPro wajib melakukan Tanda tangan atas perjanjian pinjam meminjam?

Ya wajib. Pengguna layanan ArgaPro yang melakukan perjanjian pinjam meminjam ArgaPro wajib melakukan atau memberikan Tanda tangan Digitalnya pada dokumen perjanjian Elektronik. Pendaftaran Tanda tangan Digital dari pengguna ArgaPro dibuat saat proses registrasi awal/pendaftaran ke sistem ArgaPro.

Apa itu Teknologi Finansial (TekFin)?

TekFin adalah sebuah inovasi pada industri jasa keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi. Produk tekfin biasanya berupa suatu sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik, antara lain pembayaran, pendanaan seperti pinjam meminjam uang, perbankan, Pasar Modal, perasuransian, jasa pendukung; dan lainnya (inovasi keuangan digital).

Apa perbedaan tekfin dengan tekfin pinjam meminjam uang?

Tekfin bersifat umum dan tidak terbatas pada satu industri jasa keuangan tertentu. tekfin pinjam meminjam uang terbatas pada inovasi jasa keuangan pada transaksi pinjam meminjam uang saja.

Siapa penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang?

dapat berupa suatu badan hukum atau koperasi yang memiliki sistem untuk melaksanakan mekanisme transaksi pinjam meminjam uang secara daring, baik melalui aplikasi maupun laman situs web.

Bagaimana cara kerja tekfin pinjam meminjam uang?

Penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang hanya berperan sebagai perantara yang mempertemukan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman. Pemberi pinjaman dan penerima pinjaman terlebih dahulu harus melakukan registrasi dan mengisi data diri yang diperlukan sebelum dapat mengajukan pemberian pinjaman ataupun permohonan pinjaman.

Apakah ada peraturan mengenai Pinjam meminjam uang secara daring?

Ada tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Apakah penyelenggara LPMUBTI harus terdaftar atau berizin?

Penyelenggara tekfin pinjam meminjam harus mendapatkan tanda terdaftar sebelum menjalankan kegiatan operasionalnya. Maksimal 1 (satu) tahun setelah mendapatkan tanda terdaftar, Penyelenggara wajib mengajukan permohonan perizinan ke OJK.

Apa Perbedaan Penyelenggara LPMUBTI terdaftar dan berizin?

Keduanya dapat menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyelenggara terdaftar dapat menjalankan kegiatan operasional hingga 1 (satu) tahun setelah mendapat tanda terdaftar dan selanjutnya wajib mengajukan permohonan perizinan, apabila tidak mengajukan permohonan perizinan maka Penyelenggara terdaftar harus mengembalikan tanda terdaftarnya kepada OJK. Sementara Penyelenggara berizin tidak memiliki masa kadaluarsa atas tanda berizin yang dimilikinya.

Apakah ada penyelenggara LPMUBTI Ilegal?

Penyelenggara LPMUBTI Ilegal adalah tekfin yang telah menyelenggarakan kegiatan usahanya namun belum terdaftar/berizin dari regulator yang berwenang. Salah satu risiko terbesar bagi masyarakat dengan adanya tekfin ilegal adalah penyalahgunaan data pribadi digital, dimana tekfin ilegal akan mengakses dan mengambil seluruh data pribadi digital Pengguna yang berada di dalam telepon seluler diantaranya daftar kontak, riwayat kontak, galeri, foto, dan sms.

Apa produk pendanaan yang ditawarkan oleh ArgaPro?

Saat ini yang ditawarkan oleh ArgaPro adalah Pembiayaan Rantai Pasok untuk produk Kompor Gas. Tapi ArgaPro juga sedang menyiapkan produk layanan pinjaman lainnya bagi pengguna ArgaPro.

Bagaimana cara pengajuan pinjaman ke ArgaPro?

Pertama kali anda harus terdaftar dan lolos proses KYC di sistem ArgaPro. Selanjutnya anda bisa mengajukan pinjaman melalui mitra pemasok yang telah bekerja sama dengan ArgaPro.

Apa persyaratan menjadi penerima pinjaman di ArgaPro?

Untuk menjadi peminjam di ArgaPro, anda harus lolos dalam proses KYC serta survei tatap muka yang dilakukan oleh ArgaPro. Bisa Individu ataupun badan hukum.

Mengapa saya harus mengajukan pinjaman ke ArgaPro?

Proses pengajuan yg mudah, adanya proses KYC & survei untuk mitigasi risiko, Bunga yang kompetitif serta proses yang transparan.

Apa keuntungan meminjam melalui penyelenggara LPMUBTI??

Memberikan penyaluran pendanaan yang cepat, (sebagian besar) tanpa agunan, dan syarat/proses lebih mudah karena dapat dilakukan secara jarak jauh dengan menggunakan ponsel pintar.

Apa yang harus diperhatikan sebelum melakukan peminjaman melalui penyelenggara LPMUBTI?

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah apakah Penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang tersebut telah terdaftar/berizin di OJK, ajukan pinjaman hanya pada penyelenggara yang telah terdaftar/berizin di OJK. Penerima pinjaman juga harus memperhatikan syarat dan ketentuan serta pasal-pasal dari perjanjian pinjaman. Pengguna harus memahami besaran biaya pinjaman (bunga) yang akan ditanggung, serta mekanisme transaksi dari awal hingga pengembalian, dan ketentuan lainnya.

Apakah data pinjaman saya tercantum dalam SLIK?

Data pinjaman tekfin pinjam meminjam uang saat ini belum tercantum di SLIK, namun akan terekam dalam Pusat Data Fintek Lending (PUSDAFIL) yang memuat informasi mengenai pinjaman bermasalah dari pengguna dengan pinjaman bermasalah pada penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang yang telah terdaftar/berizin di OJK.

Mengapa bunga pinjaman di penyelenggara LPMUBTI lebih tinggi dari Bank?

Biaya pinjaman (bunga) di tekfin pinjam meminjam uang dapat dibandingkan dengan bunga pinjaman di tempat lain (bisa lebih tinggi atau lebih rendah). Perjanjian di tekfin pinjam meminjam uang adalah perjanjian perdata antara pemberi dan penerima pinjaman. Apabila tidak sepakat dengan besarnya bunga (biaya pinjaman), sebaiknya tidak melakukan transaksi. Tetapi apabila sudah sepakat, maka ada kewajiban dari masing-masing pihak. Asosiasi Fintek Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah mengatur dalam kode etik AFPI bahwa jumlah total biaya pinjaman tidak melebihi suku bunga rata 0,8% per hari. Juga adanya ketentuan bahwa jumlah total biaya, biaya keterlambatan, dan seluruh biaya lain maksimum 100% dari nilai pokok pinjaman. Contohnya, bila pinjaman Rp 1 juta, maka maksimum jumlah yang dikembalikan adalah Rp 2 juta.

Apa yang harus dilakukan penerima pinjaman jika pengembalian pendanaannya tidak lancar?

Melakukan klarifikasi dengan penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang mengenai alasan keterlambatan pengembalian dan memberikan komitmen atau kepastian jangka waktu pengembalian kepada penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang. Memahami bahwa mekanisme tersebut dapat dilakukan apabila tidak menyimpang dari perjanjian yang telah disepakati pada awal pemberian pinjaman.

Apakah penyelenggara LPMUBTI boleh mengakses kontak/gambar pada telepon seluler saya?

Tidak boleh. Saat ini, yang boleh diakses hanya kamera, mikrofon, dan lokasi.

Aplikasi ArgaPro saya hilang atau diblokir, apa yang harus saya lakukan?

Menghubungi layanan pengguna ArgaPro yang bersangkutan terkait mekanisme penyelesaian hak dan kewajiban dan menyelesaikannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Disamping itu, pengguna juga dapat melapor ke AFPI melalui situs web www.afpi.or.id, telepon 150505 (bebas pulsa) atau ke OJK melalui Kontak OJK 157 apabila penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang telah terdaftar/berizin di OJK.

Jika saya mengalami kesulitan dalam pengembalian pinjaman, apa yang harus dilakukan?

Menyatakan alasan keterlambatan pada ArgaPro dan berkomitmen untuk menyelesaikan pengembalian sesuai dengan kesepakatan dalam surat perjanjian. Daftar pinjaman bermasalah akan tercatat dalam PUSDAFIL.

Saya peminjam aktif tetapi penyelenggara LPMUBTI saya diblokir oleh OJK/Kominfo?

Tekfin pinjam meminjam uang ditutup oleh OJK dan Kominfo bisa diakibatkan beberapa hal, diantaranya (i) melakukan pelanggaran atas peraturan perundang-undangan atau (ii) tidak mampu secara operasional. Dalam hal memang terjadi seperti itu, maka Pengguna tidak perlu panik mengingat salah satu persyaratan dalam pendaftaran dan/atau perizinan adalah pernyataan mengenai penyelesaian hak dan kewajiban pengguna. Berkenaan dengan hal tersebut, OJK akan memantau pelaksanaan penyelesaian hak dan kewajiban pengguna sesuai dengan tata cara dan metode yang dilampirkan penyelenggara pada saat pendaftaran/perizinan.

Apakah ada Risiko sebagai pemberi pinjaman di ArgaPro?

Sebagai Pemberi Pinjaman, pastinya ada risiko jika penerima pinjaman gagal bayar. Memahami risiko pendanaan penting dilakukan agar pendana dapat mengelola dan memitigasi risiko. Sebagai Penyelenggara LPMUBTI, ArgaPro membantu dalam menyeleksi calon-calon penerima pinjaman yang dinilai berkualitas untuk menerima pinjaman.

Apa yang dimaksud TKB90?

Adalah tingkat keberhasilan penyelenggara LPMUBTI dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu hingga 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal jatuh tempo. TKB90 hari dihitung dari 100% dikurangi nilai TKW90. TKB90 = 100% - TKW90. TKW90 ialah tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban di atas 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal jatuh tempo. TKW90 dihitung dari saldo piutang wanprestasi di atas 90 hari dibagi dengan saldo piutang keseluruhan, dikali 100% TKW90 = (saldo piutang wanprestasi > 90 hari/ saldo piutang keseluruhan) x 100%.

Siapa yang bisa menjadi Pemberi Pinjaman di ArgaPro

Siapapun yang memiliki rekening bank penerbit Indonesia dapat bergabung dengan ArgaPro sebagai pemberi pinjaman. Bisa Individu ataupun badan hukum.

Berapa jumlah minimum dan maksimum dalam memberikan pinjaman di ArgaPro?

untuk sekali pemberian pinjaman, kisarannya adalah Rp 600.000 - Rp 3.000.000. Dan Pemberi Pinjaman diperbolehkan melakukan lebih dari 1 kali pemberian pinjaman.

Apa yang dimaksud dengan SO?

SO atau Order Penjualan transaksi pengajuan pinjaman yang diajukan oleh penerima pinjaman dan bisa diberikan pinjaman oleh Pemberi Pinjaman.

Mungkinkan saya sebagai pemberi pinjaman memilih SO yang hendak saya danai?

Ya, ArgaPro menyediakan beragam pilihan portofolio penerima pinjaman yang dapat Anda pilih berdasarkan pertimbangan, antara lain: jumlah pinjaman, skor pendanaan/tingkat risiko, tujuan pinjaman dan proyeksi margin keuntungan.

Apakah antara pemberi dan penerima pinjaman ada kesepakatan yang mengikat secara hukum?

Ya. Perjanjian pinjaman antara pemberi dan penerima pinjaman akan disahkan melalui persetujuan di antara kedua belah pihak secara elektronik dan mengikat secara hukum melalui perantaraan ArgaPro.

Bagaimana cara saya mendapatkan informasi real time tentang pendanaan saya?

Anda dapat masuk ke dasbor ArgaPro Anda dan mengecek status pendanaan yang sedang berjalan dari pendanaan Anda.

Apa yang terjadi jika peminjam gagal bayar atau tidak mampu membayar?

ArgaPro memiliki mitigasi risiko berlapis untuk melindungi pendanaan Anda. Antara lain dengan KYC oleh pihak ketiga, menggunakan petugas ArgaPro untuk survei tatap muka, pemberian skor kredit untuk menyeleksi calon penerima pinjaman secara ketat, dengan tujuan meminimalisir risiko gagal bayar. Jikapun tetap terjadi gagal bayar, ArgaPro memberikan solusi dengan restrukturisasi kontrak pinjaman ataupun dengan penjualan jaminan ke pihak ketiga / pegadaian.

Apa yang harus dilakukan pemberi pinjaman jika pembayaran angsuran dari penerima pinjaman tidak lancar?

Melakukan klarifikasi dengan penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang terkait status pinjaman yang telah diberikan. Memahami syarat dan ketentuan pengguna serta perjanjian pinjaman yang telah disepakati. Pemberi pinjaman juga harus memahami bahwa risiko gagal bayar maupun keterlambatan yang bukan disebabkan oleh kegagalan sistem penyelenggara tekfin pinjam meminjam uang, sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari pemberi pinjaman.

Saya peminjam aktif tetapi penyelenggara LPMUBTI saya diblokir oleh OJK/Kominfo?

Tekfin pinjam meminjam uang ditutup oleh OJK dan Kominfo bisa diakibatkan beberapa hal, diantaranya (i) melakukan pelanggaran atas peraturan perundang-undangan atau (ii) tidak mampu secara operasional. Dalam hal memang terjadi seperti itu, maka Pengguna tidak perlu panik mengingat salah satu persyaratan dalam pendaftaran dan/atau perizinan adalah pernyataan mengenai penyelesaian hak dan kewajiban pengguna. Berkenaan dengan hal tersebut, OJK akan memantau pelaksanaan penyelesaian hak dan kewajiban pengguna sesuai dengan tata cara dan metode yang dilampirkan penyelenggara pada saat pendaftaran/perizinan.

Bagaimana cara saya melakukan pembayaran pendanaan atau pengembalian?

Anda dapat melakukan pembayaran dan pengembalian melalui Rekening Virtual personal bank-bank yang telah bekerja sama dengan ArgaPro.

Mengapa harus menggunakan Rekening Virtual?

Rekening Virtual dikelola oleh bank kustodian yang ditunjuk oleh ArgaPro. Dengan demikian ArgaPro memastikan bahwa dana Anda akan diterima oleh institusi keuangan yang kredibel, diawasi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kemudian disalurkan kepada penerima pinjaman ArgaPro. Penggunaan Rekening Virtual juga direkomendasikan oleh OJK untuk transaksi dengan perusahaan tekfin, termasuk ArgaPro.

Apakah Rekening Virtual saya langsung aktif pada saat saya mendaftar sebagai pemberi dana di ArgaPro?

Untuk Rekening Virtual bank akan langsung aktif secara otomatis, sehingga setelah akun terverifikasi bisa langsung bertransaksi. Tetapi ini dikembalikan ke sistem Bank yang bekerja sama dengan ArgaPro.

Apakah saya perlu menyimpan bukti transaksi melalui Rekening Virtual

Tidak. Kecuali jika Anda merasa perlu menyimpan bukti transfer untuk digunakan ketika Anda menemui kasus khusus dan merasa perlu dilampirkan sebagai bukti kepada ArgaPro.

Bagaimana cara saya melakukan transfer dengan Rekening Virtual secara daring?

ArgaPro telah menyediakan langkah mudah bagi Anda pemegang rekening Bank . Anda dapat mengikuti langkahnya di dokumen terlampir.

#AlirkanKebaikan

Hak Cipta PT Arga Berkah Sejahtera © 2019

PERHATIAN:

  1. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“LPMUBTI”) merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko pendanaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman.
  3. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  4. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk ponsel pintar atau telepon seluler), perangkat keras maupun lunak, dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui rekening escrow dan rekening virtual sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.