ArgaPro

Yuk Belajar Investasi Dari 6 Film Hollywood Ini


DITULIS OLEH CHACA ZAFIRA PADA 09 APR 2020 | EDUKASI FINANSIAL


Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, tidak terkecuali dari hiburan seperti buku, musik maupun film. Bidangnya pun tidak terbatas. Tak jarang, banyak film-film Hollywood mengangkat tema “Investasi” dan “Finansial” yang dibungkus sedemikian rupa agar menarik.

 

Berikut daftar 6 film popular Hollywood bertema investasi:

 

1. Inside Job

Film ini berhasil mendatangkan piala Oscar tahun 2011 yang diperankan oleh aktor terkenal Hollywood, Matt Damon. Film ini menceritakan keadaan krisis global yang sedang menekan dunia. Tentu saja dengan akting, jalan cerita dan juga penyelesaian masalah yang sangat baik menjadikan film ini banyak menginspirasi orang-orang untuk terbuka akan dunia ekonomi.

 

2. Margin Call

Film Margin Call begitu detail dalam menggambarkan krisis global pada tahun 2007-2008. Akibatnya, bank investasi mengalami kehancuran dan menyebabkan terjadinya permasalahan keuangan dunia yang sangat  kompleks.

 

3. Too Big To Fail

Film selanjutnya mengisahkan tentang menteri keuangan negara adidaya, Amerika Serikat yang gagal menangani krisis global yang melanda. Seperti yang diketahui bahwa ketika negara adidaya goyah, hal tersebut akan mempengaruhi elektabilitas seluruh negara termasuk negara kecil. Dalam film ini, ditunjukkan bagaimana sistem kredit rumah macet hingga gagalnya keuangan negara dalam skala besar.

 

4. The Big Shorts

“The Big Shorts” dikemas menjadi film yang ringan dan apik. Disini Anda akan diajak untuk melihat kenyataan dan memikirkan bagaimana nasib investasi kedepannya. Bagi Anda seorang investor, film ini juga menunjukkan bahwa investasi properti yang merajai dunia bisa saja hancur dan tidak diminati lagi, sehingga Anda harus bijak untuk mengalir mengikuti arus ekonomi jika ingin berhasil. Film ini diperankan oleh duo aktor kondang Hollywood, Brad Pitt dan Christian Bale.

 

5. The Wolf of Wall Street

Film yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio menceritakan tentang seorang broker muda yang bekerja di perusahaan besar yang kemudian bangkrut. Hal ini membuat DiCaprio yang berperan sebagai Belfort harus bekerja di perusahaan kecil. Namun dengan tekad yang gigih, jiwa kepemimpinan dan analisa yang sangat baik membawa Belfort menjadi sukses dan mendirikan perusahaan dengan karyawan belum mengerti tentang investasi. Film ini juga mengajarkan bahwa sebagai investor, Anda harus cerdas, cekatan, berpikir kritis, tepat dan juga berani.

 

6. The Pursuit Of Happyness

Diadaptasi dari kisah nyata, film ini menceritakan Chris Gardner (Will Smith) mencoba menjadi broker setelah hidupnya hancur karena menghabiskan hartanya untuk menjual alat kesehatan tulang yang nyatanya tidak laku. Hal ini menyebabkannya miskin dan harus menjadi tuna wisma bersama anaknya. Namun akhirnya dia sukses menjadi seorang broker karena kegigihan dan kesabaran yang dimiliki.

#AlirkanKebaikan

Hak Cipta PT Arga Berkah Sejahtera © 2019

PERHATIAN:

  1. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“LPMUBTI”) merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko pendanaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman.
  3. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  4. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk ponsel pintar atau telepon seluler), perangkat keras maupun lunak, dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui rekening escrow dan rekening virtual sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.