ArgaPro

Work From Home Terasa Membosankan? Lakukan Tips Ini Agar Kamu Tetap Bisa Produktif Meskipun #Dirumahaja


DITULIS OLEH CHACA ZAFIRA PADA 03 APR 2020 | TIPS


Melihat penyebaran Covid-19 Coronavirus yang semakin meningkat, banyak perusahaan yang menerapkan skema work from home (WFH) bagi semua atau sebagian besar karyawannya.Meski terdengar menyenangkan,Work from Homealias bekerja dari rumah ternyata tidak mudah untuk dijalankan lho. Terutama bagi sebagian orang yang mudah sekali hilang fokus dan terbagi perhatiannya.

Berikut tips dari ArgaPro agar kamu tetap bisa bekerja dari rumah tanpa menurunkan kadar produktifitas:

 

1. Persiapkan Mindset Pergi Bekerja.

Meski bekerja dari rumah, terapkanlah kebiasaan yang sama seperti halnya anda akan pergi bekerja ke kantor atau lokasi di luar rumah. Bangun pagi, mandi, sarapan, pakai baju yang rapi, dan mulailah bekerja. Dengan begitu, tubuh dan pikiran akan terprogram secara otomatis bahwa ini adalah saatnya untuk bekerja.

 

2. Gunakan Pakaian yang Nyaman & Bersih.

Pakaian yang bersih dan nyaman akan meningkatkan mood kerja. Selain itu, kondisi pakaian bersih, akan menjauhkan kamu dari kuman-kuman sehingga tetap steril dan sehat.

 

3. Tentukan Posisi Kerja Senyaman Mungkin.

Posisi kerja yang nyaman akan mempengaruhi produktifitas kamu juga, sobat Arga! Coba persiapkan tempat kerja khusus selama Work from Home. Bisa saja hanya sekadar sebuah meja dan kursi yang ditempatkan di pojok ruangan yang tidak dilewati anggota keluarga. Untuk menghindari kebosanan, kamu juga bisa berpindah-pindah tempat kok. Kamu bisa bekerja di ruang tamu, ruang makan atau tempat lainnya.

 

4. Buat To-Do-List.

Mungkin Anda merasa tidak perlu membuat daftar tugas seperti ini jika berada di kantor. Tapi, jika Work from Home membuat ritme kerja jadi kacau karena anda mudah hilang fokus, berarti anda perlu membuat to-do-list setiap pagi. Daftar ini akan menjadi pegangan supaya tenggat pekerjaan bisa tetap tercapai.

 

5. Minum Air Putih dan Jangan Lupa Makan

Terkadang, kerja sendirian itu memang bikin lupa waktu. Padahal sudah waktunya jam makan, tapi karena kamu keasyikan kerja dan tidak ada yang mengajak makan bareng, jadi suka lupa deh sama waktu makan. Pastikan untuk disiplin pada rutinitas seperti biasa ya. Tetap makan siang tepat waktu dan jangan lupa minum air putih yang cukup.

 

6. Bergerak Setiap 30 Menit Sekali

Tak usah terlalu kaku juga dengan menenggelamkan diri di depan laptop selama berjam-jam. Setiap setengah jam sekali, anda bisa bangkit dari depan laptop dan pergi ke dapur, sekadar membuat es kopi susu, atau mengambil cemilan.

 

7. Tetap Berkomunikasi dengan Partner Kerja

Untuk menghindari bosan dan mumet sama pekerjaan, kamu tetap harus ngobrol! Kamu bisa berkomunikasi dengan partner kerjamu via WhatsApp, Telegram atau aplikasi dan teknologi apapun. Supaya kerjaan tetap lancar, usahakan untuk tetap standby di grup kantormu. Jangan tidak ada jawaban ketika teman kantor membutuhkanmu.

#AlirkanKebaikan

Hak Cipta PT Arga Berkah Sejahtera © 2019

PERHATIAN:

  1. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“LPMUBTI”) merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko pendanaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman.
  3. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  4. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk ponsel pintar atau telepon seluler), perangkat keras maupun lunak, dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui rekening escrow dan rekening virtual sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.