ArgaPro

Potret Kebaikan Senator Bernie Sanders Yang Viral


DITULIS OLEH CHACA ZAFIRA PADA 15 FEB 2021 | ALIRKAN KEBAIKAN


Kisah Dibalik Sarung Tangan Bernie yang Viral

Senator Bernie Sanders mencuri perhatian dunia di upacara pelantikan Presiden AS ke-46 pada Rabu (20/1) waktu setempat. Sanders menjadi sorotan karena tampilan nya yang terlihat sederhana dan kontras dengan tamu lain yang hadir. Dibalik penampilannya yang sederhana, terselip cerita hangat dibalik sarung tangan yang ia kenakan. Sarung tangan tersebut ternyata buatan seorang guru kelas dua, Jen Ellis di Essex, Vermont yang telah lama mengagumi sosok Bernie Sanders.

"Sebagai guru sekolah negeri, saya dapat melihat apa yang dia katakan tentang pengampunan utang sekolah dan pendidikan gratis dan banyak hal yang dia bicarakan dalam kebijakannya masuk akal bagi orang-orang" Kata Ellis kepada Washington Post.

 

Bernie Sanders Sang Pemerhati Rakyat Kecil

Meski dirinya kini viral karena potretnya beberapa waktu lalu, justru Bernie Sanders terkenal sebagai pemerhati rakyat kecil karena berjuang atas penentanganya terhadap pemotongan pajak yang menguntungkan individu dan perusahaan kaya serta pemotongan dalam pengeluaran untuk program kesejahteraan sosial. Sanders juga mensponsori perjuangan dan amandemen yang sebagian besar menyangkut perubahan iklim, urusan veteran, dan energi terbarukan.

 

Sumber Kekayaan Bernie Sanders, Salah Satunya Dari Investasi

Memiliki penampilan yang sederhana, Bernie Sanders justru memiliki kekayaan senilai US$ 2.5 juta. Dilansir dari Forber, kekayaan itu ia dapatkan dari investasi, real estate, uang pensiun pemerintah, dan pendapatan dari 3 buku laris yang ia tulis, yakni: Our Revolution (2016), Political Revolution (2017), dan Where We Go From Here? (2018). 20% dari total kekayaan Bernie Sanders berasal dari investasi.

#AlirkanKebaikan

Hak Cipta PT Arga Berkah Sejahtera © 2019

PERHATIAN:

  1. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“LPMUBTI”) merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko pendanaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman.
  3. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  4. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk ponsel pintar atau telepon seluler), perangkat keras maupun lunak, dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui rekening escrow dan rekening virtual sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.