ArgaPro

Cerdas Mengelola Keuangan Di Bulan Ramadhan


DITULIS OLEH CHACA ZAFIRA PADA 30 APR 2020 | TIPS


Bulan Ramadhan sudah di depan mata. Tiba saatnya untuk Anda melakukan berbagai persiapan, mulai dari persiapan hati, fisik, mental, dan tentu saja, keuangan. Bagi umat Muslim yang berpuasa, sebagian orang mungkin berpikir bahwa bulan ini adalah waktu yang tepat untuk sedikit berhemat mengingat Anda akan melewatkan waktu makan atau ngemil saat siang sampai sore hari waktunya berbuka. Tetapi nyatanya tidak demikian. Alih-alih berkurang, mungkin saja pengeluaran Anda malah membengkak. Untuk menghindari hal tersebut, berikut empat cara cerdas mengelola keuangan untuk menyambut bulan Ramadhan.

 

1. Buat Rencana Keuangan

Sangat penting jika kamu membuat daftar yang jelas untuk menentukan prioritas dalam mengalokasikan penghasilanmu. Sisihkan uang untuk makanan sahur dan berbuka. Tetapkan anggaran yang masuk akal dan sesuai, tidak terlalu kecil, namun juga jangan terlalu besar. Jangan lupa juga alokasikan uangmu untuk membeli kebutuhan untukmu dan keluarga. Anggaran ini pun tidak boleh ketinggalan, yakni menyisihkan uang untuk bersedekah untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Perhitungkan anggaran untuk sebulan ini dengan rinci dan realistis.

 

 

2. Kelompokkan Pengeluaran untuk Hari Raya



Hal yang biasa terjadi selama bulan Ramadhan adalah harga bahan pokok naik. Pengeluaran kamu akan semakin banyak untuk keperluan yang satu ini. Selain itu, perhitungkan juga biaya untuk membeli hadiah atau THR bagi sanak saudara, membeli pakaian baru, membeli atau membuat kue lebaran, dan lainnya. Pengeluaran untuk menyambut Hari Raya Lebaran ini harus mulai kamu persiapkan dari sekarang agar lebih teratur. Lebih baik gunakan uang bonus atau Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaanmu untuk memenuhi keperluan ini. Jangan sampai berutang hanya untuk hal ini, ya. Ingat, lakukanlah sesuai dengan kemampuan finansialmu.

 

3.Tahan Keinginanmu untuk Berbelanja




Sama halnya dengan menahan hasrat untuk makan dan minum, kamu juga harus bisa menahan keinginanmu untuk berbelanja selama bulan Ramadan. Meski banyak promosi dan diskon menarik yang akan membuat kamu tergiur, kamu harus bisa menahan diri untuk tidak boros. Penuhi dulu semua kebutuhanmu selama bulan ini, setelah itu barulah pakai uangmu untuk berbelanja. Kendalikan dirimu agar keuanganmu tetap teratur, ya.

 

4.Berkomitmen dengan Rencana Keuanganmu



Semua akan sia-sia jika kamu tidak berkomitmen dalam menjalankannya. Memiliki komitmen yang teguh akan membuat kamu tetap menjalani perencanaan yang sudah kamu buat. Dengan begitu, mengatur keuangan menjadi lebih mudah dan pengeluaran bisa lebih terkontrol.

 

Nah, 4 hal tadi harus kamu perhatikan untuk menjaga cashflow dan kondisi keuanganmu pada bulan suci ini. Terlebih lagi  keadaan ekonomi juga sedang tidak nyaman karena pandemi yang belum terlihat kapan akan selesainya. Ingat selalu untuk selalu mengedepankan kesehatan, mulai untuk lebih berhemat, utamakan menabung, melakukan investasi yang cermat dan tentunya untuk selalu berbagi dan memberi di bulan yang baik ini.

#AlirkanKebaikan

Hak Cipta PT Arga Berkah Sejahtera © 2019

PERHATIAN:

  1. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“LPMUBTI”) merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko pendanaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman.
  3. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  4. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk ponsel pintar atau telepon seluler), perangkat keras maupun lunak, dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui rekening escrow dan rekening virtual sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.