ArgaPro

Alirkan Kebaikan Bersama Argapro


DITULIS OLEH CHACA ZAFIRA PADA 14 JAN 2021 | ARGAPRO NEWS


ArgaPro memiliki tujuan mendasar yakni membantu masyarakat ekonomi rendah dalam mendapatkan modal, dengan cara mempertemukan mereka kepada pemberi dana dan mitra pemasok. ArgaPro berharap bahwa dengan mempertemukan dan memfasilitasi ketiga pihak ini, akan ada kebaikan yang dialirkan. Menggunakan skema supply chain financing, ArgaPro berharap untuk bisa memfasilitasi proses pendanaan yang efektif, efisien, serta dapat menekan cost.

 

Terhitung dari Desember 2019 hingga November 2020, ArgaPro telah mengalirkan kebaikan kepada 18.231 peminjam. Tersebar di seluruh pulau Jawa, provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah peminjam terbanyak, yakni 6.483 peminjam. Berdasarkan temuan, 81,9% dari mereka adalah perempuan. Kelompok 35-54 tahun menjadi kelompok mayoritas dengan total 8.961 peminjam. ArgaPro secara spesifik juga mengalirkan kebaikan kepada para peminjam, dengan persentase 66,1% merupakan wirausaha. 85% dari seluruh peminjam, memiliki pendapatan sebesar 1-3 juta rupiah per bulan. Hal ini memiliki arti bahwa ArgaPro turut mendukung para pelaku usaha, terutama pada skala mikro, kecil, dan menengah dalam mendapatkan sumber daya. Produktif, merupakan kata sifat yang cocok diberikan pada keseluruhan skema kerja. ArgaPro bisa produktif melakukan fasilitasi terhadap mereka-mereka yang juga memiliki keperluan produktif, pada akhirnya proses ini pun menjadi sebuah siklus kebaikan yang berkesinambungan.

 

Berdasarkan testimoni beberapa pengguna, ArgaPro diakui telah sangat membantu tiap-tiap pihak, berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing. 

 

Berkat ArgaPro, saya bisa tetep terus berjualan tanpa takut kekurangan modal. Saya juga bisa tambah barang dengan proses membayar cicilan tiap bulan. Alhamdulillah bisa untuk nambah uang sehari-hari dan jajan anak”, Satiem mengaku. Kalimat ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya modal dan cicilan bagi masyarakat ekonomi rendah. Hal seperti ini yang membuat ArgaPro berusaha keras untuk memfasilitasi. 

 

Lain lagi dengan Atik yang telah menjadi lender selama tujuh bulan bersama ArgaPro.Atik merasa puas bahwa setiap ada masalah dalam proses pendanaan, ArgaPro telah memberikan keuntungan yang sangat bersaing, hal yang penting dalam membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Arif di lain sisi, merasa bahwa efektivitas dan efisiensi ArgaPro menjadi unggulan utama. 

 

“Arus pembayaran oleh ArgaPro sangat lancar dan cepat, sehingga dana yang saya miliki selalu tersedia. Hal ini sangat penting bagi saya karena saya dapat mengelola kembali pembelian atau penjualan barang selanjutnya”, pungkas Arif. Memang dengan arus pembayaran yang lancar, akan semakin banyak waktu juga untuk memikirkan dan mengkonsepsikan strategi selanjutnya. Arif terdengar sangat puas saat menjelaskan hal ini.

 

Testimoni dari ketiga pihak ini memperlihatkan bagaimana ArgaPro secara penuh berusaha untuk memudahkan jalan yang harus mereka masing-masing tempuh dalam proses pendanaan produktif. Meskipun pandemi terjadi sebagai cobaan dan rintangan, ArgaPro tetap maju untuk menghadapi rintangan tersebut. Bahkan, menjadikan rintangan ini sebagai opportunity yang bisa dimanfaatkan lebih giat lagi untuk tetap mengalirkan kebaikan.



#AlirkanKebaikan

Hak Cipta PT Arga Berkah Sejahtera © 2019

PERHATIAN:

  1. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“LPMUBTI”) merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko pendanaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman.
  3. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  4. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk ponsel pintar atau telepon seluler), perangkat keras maupun lunak, dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui rekening escrow dan rekening virtual sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.