Tentang ArgaPro

ArgaPro adalah sebuah layanan jasa keuangan digital yang didirikan di Jakarta, Indonesia pada tahun 2019 melalui bendera PT Arga Berkah Sejahtera. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT Pundi Cahaya Terang dan masih bagian dari perusahaan induk PT Rizky Lima Cahaya yang telah beroperasi sejak tahun 1995. Para pemegang saham PT Arga Berkah Sejahtera adalah PT Pundi Cahaya Terang dan Bapak Deny Sukmana (WNI).

Sejak 24 tahun yang lalu, melalui perusahaan distributor alat rumah tangga kami, hubungan kemitraan telah kami jalin dengan para pengusaha mikro di wilayah pinggiran kota dan pedesaan sebagai agen penjualan barang-barang rumah tangga yang kami produksi. Mitra aktif kami berjumlah 60,000 pengusaha mikro dan mayoritas adalah wanita tesebar di 25 kota yang dapat menjangkau lebih dari 150 kota/kabupaten. ArgaPro hadir untuk menjadi salah satu layanan alternatif dalam industri jasa keuangan (IJK) untuk solusi pendanaan usaha produktif UMKM, khususnya bagi wilayah pinggiran kota dan juga pedesaan. Layanan keuangan yang ditawarkan adalah pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi untuk usaha mikro dan kecil baik perorangan maupun berbadan hukum sesuai dengan POJK Nomor 77/POJK.01/2016.

ArgaPro
ArgaPro

Visi ArgaPro

Meningkatkan akses finansial bagi usaha mikro dan masyarakat ekonomi rendah, berlandaskan gotong royong dan inovasi berkelanjutan.

Misi ArgaPro

  • Menciptakan akses finansial serta kolaborasi yang bermanfaat, dengan nilai tambah yang unik.
  • Memperkaya kehidupan orang banyak menggunakan aktivitas perusahaan yang bermakna dan menantang, serta berkembangnya perusahaan bersama masyarakat luas.
ArgaPro

Sapa Tim Penyalur Kebaikan ArgaPro

ArgaPro

Adrian Muchlis Rahmansyah

Chief Executive Officer ArgaPro

Adrian Muchlis Rahmansyah (WNI) adalah Pendiri dan Direktur Utama PT Arga Berkah Sejahtera yang bertugas memimpin perusahaan beserta semua kegiatan usahanya. Berbekal ilmu dari Cranfield School of Management, Cranfield University, Adrian percaya bahwa kehadiran lembaga teknologi finansial seperti ArgaPro dapat meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Direktur ArgaPro, Adrian berkarir di berbagai sektor bisnis seperti ritel, agrobisnis, hingga teknologi. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Adrian mendirikan ArgaPro pada November 2018.

ArgaPro

Budi Hermawan

Chief Credit & Risk Officer ArgaPro

Budi Hermawan (WNI) adalah Direktur PT Arga Berkah Sejahtera yang bertugas mengatur kegiatan kredit dan penilaian risiko di ArgaPro. Budi meraih gelar di bidang Manajemen Sumber Daya Air dari Institut Pertanian Bogor. Sebelum menjabat sebagai Direksi ArgaPro, Budi memiliki pengalaman selama lebih dari 22 tahun di bidang keuangan di berbagai perusahaan seperti PT Bank Danamon Indonesia. Dengan pengalamannya, Budi percaya bahwa peningkatan akses keuangan kepada masyarakat di pedesaan akan menciptakan efek domino dan memberi dampak signifikan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

ArgaPro

Bambang Eko Widyayanto

Chief Technology Officer ArgaPro

Berbekal ilmu dari Computer Science Major di Virginia Commonwealth University dan MBA Executive Program di Bina Nusantara Business School, Eko berkarir di bidang teknologi selama lebih dari 10 tahun. Sebelum berkarya di ArgaPro, Eko sempat menjadi pendiri dan CEO dari sebuah perusahaan teknologi finansial. Dengan pengalamannya, Eko percaya bahwa penggunaan teknologi digital dalam dunia keuangan merupakan solusi untuk meningkatkan akses pendanaan kepada masyarakat di pedesaan di Indonesia.

ArgaPro

Moch. Soewandi Mardjuki

Komisaris ArgaPro

Moch. Soewandi Mardjuki (WNI) adalah Komisaris PT Arga Berkah Sejahtera yang bertanggung jawab atas fungsi pengawasan kegiatan usaha ArgaPro. Soewandi meraih gelar di bidang Hukum dari Universitas Airlangga sebelum menjabat sebagai Komisaris ArgaPro. Soewandi memiliki pengalaman kerja ekstensif selama lebih dari 36 tahun di bidang perbankan, tepatnya di Bank Pembangunan Indonesia dan PT Bank Mandiri Persero Tbk. Dengan kompetensi dan pemahaman industri keuangan yang impresif tersebut, Soewandi dipercaya untuk menjadi Komisaris ArgaPro.

#AlirkanKebaikan

Hak Cipta PT Arga Berkah Sejahtera © 2019

PERHATIAN:

  1. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“LPMUBTI”) merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko pendanaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman.
  3. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  4. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk ponsel pintar atau telepon seluler), perangkat keras maupun lunak, dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui rekening escrow dan rekening virtual sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.